Ke mana arah Anda belajar bersama AI?
AI Engagement Compass memetakan bagaimana mahasiswa memakai AI generatif untuk belajar — bukan hanya seberapa sering. Hasilnya menjadi profil pribadi, peta kebutuhan perguruan tinggi, dan dasar keputusan di tingkat nasional.
44 butir · sekitar 10 menit

Apa yang diukur?
Inti instrumen adalah empat dimensi engagement yang membentuk Indeks Engagement (0–100). Tiga faktor pendukung dilaporkan terpisah — sengaja tidak dicampur ke satu angka — supaya jelas mana yang soal cara belajar mahasiswa dan mana yang soal lingkungannya.
Inti engagement · 20 butir
- Perilaku
- Seberapa teratur, beragam, dan tekun AI dipakai dalam kegiatan belajar.
- Emosional
- Rasa antusias, percaya diri, dan nyaman saat belajar bersama AI.
- Kognitif
- Seberapa dalam hasil AI diperiksa, diolah, dan diuji — bukan sekadar disalin.
- Agentik
- Seberapa aktif mahasiswa mengarahkan AI sesuai tujuan belajarnya.
Faktor pendukung · 12 butir
- Literasi Kritis
- Memahami batasan AI dan mampu memeriksa kekeliruannya.
- Etika & Integritas
- Keterbukaan, kejujuran akademik, dan perlindungan data.
- Dukungan Kampus
- Kejelasan aturan, pelatihan, akses, dan teladan dosen.
Ditambah 12 butir konteks: kategori PT, bidang ilmu, provinsi, jenjang, tahap studi, dan kebiasaan memakai AI.
Empat arah kompas
Dua sumbu — intensitas (seberapa banyak dan hangat AI dipakai) dan kedalaman (seberapa kritis dan terarah) — membagi mahasiswa ke empat arah. Arah bukan peringkat: tiap arah punya langkah berikutnya sendiri.
Utara
Navigator
Intens dan reflektif — memakai AI sambil tetap memegang kendali.
Timur
Pengandal
Intens tetapi kurang kritis — rawan ketergantungan.
Barat
Penimbang
Kritis tetapi masih berjarak — belum memanfaatkan peluangnya.
Selatan
Penjajak
Baru mulai menjajaki — butuh pengenalan yang terarah.
Satu assesment, tiga tingkat keputusan
Individu
Profil pribadi: Indeks Engagement, skor tujuh dimensi, arah kompas, dan rekomendasi yang dijelaskan dasarnya.
Kelompok perguruan tinggi
Pola PTN, PTS, PTKN, PTKS, dan kedinasan; perbedaan antarbidang ilmu, jenjang, dan tahap studi.
Nasional
Peta 38 provinsi dan matriks prioritas intervensi: kelompok mana membutuhkan kebijakan, pelatihan, atau akses.
Setiap rekomendasi berasal dari aturan tertulis dan menampilkan angka yang memicunya, sehingga pimpinan kampus bisa menelusuri mengapa suatu intervensi diprioritaskan.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah nama kampus saya dicatat?
Tidak. Yang ditanyakan hanya kategori perguruan tinggi (PTN, PTS, PTKN, PTKS, kedinasan), kelompok bidang ilmu, provinsi kampus, jenjang, dan tahap studi. Nama kampus, program studi, dan NIM tidak pernah diminta.
Siapa yang bisa melihat hasil saya?
Hanya Anda, lewat akun Anda. Jawaban Anda ikut dihitung dalam angka kelompok secara agregat, dan kelompok dengan kurang dari 5 responden tidak ditampilkan.
Apakah hasilnya memengaruhi nilai kuliah?
Tidak. Ini alat refleksi, bukan ujian. Tidak ada jawaban benar atau salah.
Saya belum pernah memakai AI. Perlu mengisi?
Perlu, dan justru penting. Angket akan melewati bagian tentang cara belajar dengan AI, dan Anda tetap mengisi pemahaman, sikap, serta dukungan kampus. Suara mahasiswa yang belum memakai AI membantu kampus merancang pengenalan yang tepat.
Seberapa sahih instrumen ini?
Versi ini masih draf pengembangan: butirnya disusun berdasarkan kerangka engagement perilaku, emosional, kognitif, dan agentik, dan sedang menunggu penilaian ahli serta uji coba. Karena itu hasilnya tidak boleh dipakai memeringkat kampus.
Temukan arah Anda.
Sepuluh menit, hasilnya langsung tersedia.